0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β€” Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/2/2026) atau jelang akhir pekan..

Di saat yang sama, meningkatnya sikap risk-off turut menopang dolar, seiring tekanan di pasar saham, khususnya saham teknologi di tengah kekhawatiran besarnya belanja kecerdasan buatan (AI). Selain itu, dampaknya terhadap berbagai sektor..

Pasar menilai Warsh berpotensi tidak terlalu mendorong pemangkasan suku bunga agresif, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.

Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Kamis (5/2/2026)..

Dari sisi domestik, perhatian pasar juga tertuju pada langkah lembaga pemeringkat.

Merujuk data Refinitiv, rupiah melemah 0,21% ke level Rp16.860/US$ pada penutupan perdagangan hari ini.

Stabilitas sistem keuangan juga terjaga, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang rendah..

Perry menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 mencapai 5,39% sehingga secara keseluruhan 2025 tumbuh 5,1%.

// .

Dolar AS juga masih mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve pekan lalu..

Inflasi tercatat 2,92%. Selain itu, berada dalam sasaran, sementara stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui kebijakan Bank Indonesia.

Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% di posisi Rp16.825/US$.

Pelemahan rupiah jelang akhir pekan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih dominan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,02% di level 97,845..

Sentimen kehati-hatian tersebut muncul meski imbal hasil US Treasury cenderung menurun, setelah sejumlah data mengarah pada pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menjelang rilis data payrolls Januari pekan depan..

Menanggapi keputusan tersebut, mengacu pada publikasi Bank Indonesia, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan penyesuaian outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional..

Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar pada aset berdenominasi greenback, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah..

Penyesuaian ini didorong penilaian Moody’s atas menurunnya kepastian. Selain itu, prediktabilitas kebijakan, khususnya dari sisi tata kelola, yang dinilai berpotensi menekan kredibilitas kebijakan dan kinerja ekonomi jika berlanjut.

Level penutupan hari ini juga menjadi yang terlemah dalam dua pekan terakhir atau sejak 22 Januari 2026..

Moody’s juga menilai meningkatnya ketidakpastian kebijakan telah melemahkan kepercayaan investor, tercermin dari volatilitas pasar saham. Selain itu, nilai tukar..

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.850-Rp16.888/US$..

Perkembangan terkait Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *