Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 2%, Transaksi Perdagangan Turun Drastis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dilihat dari nilai transaksi, perdagangan hari ini terbilang sepi. Investor tampaknya masih wait and see di tengah volatilitas pasar yang terbilang tinggi. .
Adapun mengutip Refinitiv, emiten-emiten blue chip menjadi pemberat utama indeks hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan penurunan 2% pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (6/2/2026)..
Puncak nilai transaksi terjadi pada periode 26-30 Januari 2026.
“Ini yang banyak rating agency ataupun di pasar keuangan global belum paham.
Akan tetapi hal ini dipicu oleh aksi jual investor di tengah sentimen pengumuman evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). .
Dan ini diminta juga untuk mereka bisa bergerak seperti private sector,” tutur Airlangga..
Pekan selanjutnya naik menjadi Rp 32,68 triliun. Selain itu, 33,85 triliun di pekan ketiga Januari. .
Menyusul, dua emiten Bakrie, Bumi Resources (BUMI). Selain itu, Bumi Resources Minerals (BRMS) juga masuk dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar..
Kemudian diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -11 indeks poin. Selain itu, Astra International (ASII) -10,24 indeks poin. .
Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 274,2 miliar.
Kapitalisasi pasar tergerus menjadi Rp 14.341 triliun. .
“Karena sebetulnya dengan Danantara, kita sebetulnya meng-unlocked. Selain itu, melakukan reform terhadap state owned enterprise yang selalu mereka minta untuk bisa dipisahkan.
Sebagai gambaran rata-rata nilai transaksi harian pada pekan pertama Januari mencapai Rp 31,46 triliun.
TLKM mencatat Rp 118,3 miliar. Selain itu, ANTM Rp 105,6 miliar..
Terpisah, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan revisi outlook terbaru Moody’s Ratings kepada Indonesia disematkan dalam konteks evaluasi berkelanjutan atas kebijakan serta penguatan kelembagaan perekonomian nasional..
Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,6% menjadi 7.675 berkontribusi -11,84 indeks poin.
Alhasil net foreign buy tercatat sebesar Rp 440,7 miliar..
Pemerintah telah buka suara terkait hal tersebut.
Sepanjang hari ini, IHSG berada dalam tekanan.
Jadi ini yang harus kita beri penjelasan,” kata Airlangga saat memberikan arahan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2026)..
Menurut Airlangga, keberadaan Danantara memungkinkan reformasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) agar bisa bergerak seperti sektor swasta..
Sementara itu di tengah tekanan terhadapIHSG, sepanjang sesi 1 aliran dana asing mengalir masuk.
Sebanyak 673 saham turun, 118 naik,. Selain itu, 167 tidak bergerak..
“Sejalan dengan pendekatan yang selalu kami terapkan atas masukan yang kami terima, Danantara Indonesia memandang hal ini sebagai pengingat yang konstruktif untuk terus memperkokoh fondasi institusi, menegaskan arah kebijakan,. Selain itu, menjaga disiplin pelaksanaan sebagai kunci untuk mempertahankan kepercayaan serta stabilitas jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026)..
Menurutnya, penurunan peringkat Indonesia dari para lembaga pemeringkat seperti Moody’s S&P. Selain itu, lain-lain, bisa dijawab dengan komunikasi, transparansi, serta roadshow dari otoritas..
Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 19,2 triliun.
Seperti di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),. Selain itu, untuk pelayanan masyarakat..
Di urutan selanjutnya Telkom (TLKM). Selain itu, Antam (ANTM) menjadi saham yang masuk dalam keranjang belanja asing.
Pada sesi 1, saham BMRI mengalami koreksi 1,19% ke level 4.990..
Hal ini disebabkan oleh banyak mengelontorkan program unggulan Prabowo sehingga Airlangga menyebut APBN tahun ini memang “agak berbeda”.
Indeks ditutup turun 168,62 poin ke level 7.935,26.
Kendati demikian pada akhir perdagangan, indeks berhasil memangkas koreksi dari sesi 1 yang ditutup turun 2,83%. .
Asing membukukan foreign buy Rp 3,5 triliun. Selain itu, foreign sell Rp 3,1 triliun.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya sejumlah faktor menjadi sentimennegatifIHSG hari ini. Sejak pagi pasar merespons pengumuman Moody’s Investors Service (Moody’s) yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, tetapi dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif..
Hal ini disebabkan oleh kurangnya penjelasan dari pemerintah. Selain itu, lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). sehingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,Airlangga Hartarto mengatakan outlook negatif itu.
Melibatkan 32,74 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi.
Sementara penggerak pertumbuhan adalah investasi melalui Danantara, dari sebelumnya dilakukan melalui APBN..
Perkembangan terkait IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 2%, Transaksi Perdagangan Turun Drastis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Menggila! Siap Tembus US$ 3.500 Usai Serangan AS ke Iran
- Equityworld Futures | Hasil Pilpres Amerika Serikat Mulai Terlihat, Harga Emas Naik Tipis
