Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya
Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya
Equityworld Futures | Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (17/12/2025) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tingkat pengangguran meningkat pada November.
Kondisi ini mendorong ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS (The Fed) pada tahun depan, sekaligus menekan dolar dan imbal hasil obligasi.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.318,37 per ons troi pada pukul 01.17 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,3% ke level US$ 4.347,10 per ons troi.
Penguatan emas turut didukung pelemahan dolar AS yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada Selasa (16/12).
Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar Amerika Serikat.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga melemah setelah data menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran yang tidak terduga.
Tingkat pengangguran AS tercatat sebesar 4,6% pada November, lebih tinggi dari perkiraan ekonom dalam survei Reuters yang memproyeksikan angka 4,4%.
Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang dipengaruhi kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump.
Pekan lalu, The Fed telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, yang menjadi pemangkasan terakhir tahun ini. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell juga dinilai pasar lebih dovish dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung menjadi aset lindung nilai yang diminati.
Investor kini menanti rilis data inflasi AS, yakni indeks harga konsumen (CPI) November yang dijadwalkan pada Kamis (18/12), serta indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (19/12), yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed.